- Back to Home »
- definisi , resensi »
- Definisi Tabligh
Posted by : Unknown
Senin, 17 Maret 2014
Keterangan:
Tabligh
adalah upaya transmisi dan komunikasi risalah islamiyah dengan menggunakan
media komunikasi yang meliputi
komunikasi lisan (ceramah, khithabah ta’syiriah, dan
khthabah diniyah). Tabligh merupakan
salah satu bagian dari dimensi dakwah, orang yang
melakukan tabligh disebut mubaligh
atau mubalighah. Obyek tabligh adalah umat manusia
disebut muballagh dan media tabligh
disebut washilah at-tablig dan pesan tabligh sering
disebut maudhu at-tabligh
1.Pengertian Tabligh
Secara
bahasa kata tabligh di ambil dari bahasa arab
dari kata ballagha, yuballighu,
tablighan. Yang berarti
menyampaikan. Sedangkan secara sistematik menurut Louis Makluf
dan di kutip Ahmad Subandi tabligh
merupakan bentuk isim masdar yang berarti
penyampaian atau sampainya sesuatau
pada yang di kehendaki.
Sedangkan
secara istilah menuurut Abu Bakar Atjeh tabligh merupakan kata yang
tidak berjauhan artinya dengan
dakwah, hanya saja menurutnya tabligh ini memiliki arti
menyampaikan apa yang di erintahkan
allah dan rasulnya yaitu berupa amar ma’ruf dan
nahy’an al-munkar. Sementara
Dr.Ibrahim Imam mengartikan tabligh adalah
“ Memberikan informasi yang
benar,pengetahuan yang faktual dan hakikat pasti yang bisa
menolong atau membantu manusia untuk
membentuk pendapat yang tepatdalam suatu
kejadian atau berbagai kesuliatan”
ilmu
yang mempelajari tentang tabligh di sebut ilmu tabligh sebagi mana di jelaskan
oleh Dr.Ibrahim Imam adalah ilmu yang membahas tentang tata cara
melakukan tablighal-
islamiyah dengan metode ilmiah
dengan pendekatan,istinbath,iqtibas,dan istiqro demi
tegaknya kebenaran dan keadilan.
2. Sumber Ilmu Tabligh
Sumber
ilmu tabligh adalah Al-Quran dan As-sunah sebagimana ilmu dakwah.
Sejarah hidup para sahabat, pendapat
para fuqoa dan pengalaman para muballigh.
Al-quran di sebut sumber ilmu
Tabligh karena al-quran menjelaskan mengenai apa,
bagaimana, dan untuk apa tabligh.
Pengertian al-quran yang merupakan sumber ilmu tabligh
di jelaskan oleh Abdul Wahab Khalaf
sebagi berikut:
“Firman allah yang di turunkan oleh
malaikat jibril kedalam qalbu utusan allah (muhammad)
dengan kata kata bahasa arab beserta
maknanya, agar menjadi argumen atas kerasulan
muhammad sebagai tuntunan hidup
manusia, membaca menjadi ibadah yang di tulis di
mushaf yang di awali dengan surat
Al-Fatihah dan di akhiri dengan surat An-nas, yang
sampai kepada kita secara mutawir
baik tulisan maupun penuturannya dari satu generasi ke
generasi yang terjaga dari perubahan
dan berlaku sepanjang masa. Sedangkan pengertian
yang merupakan sumber ilmu tabligh
yang kedua setelah al-qu’an “ segala sesuatu yang di
sandarkan kepada rasulullah SAW bai
berupa perkataan, perbuatan maupun penetapannnya”
Berdasarkan
pengertian Al-qur’an dan As-sunah tersebut, tampak adanya urutan
sumber ilmu tabligh , yaitu al-quran
sebag sumber ilmu pertama dan As-sunah sebagi sumber
kedua. Sedangkan sejarah hidup para
sahabat,fukoha, dan pengalam para mubaligh
merupakan sumber ketiga setelah
Al-quran dan As-sunah yang dapat di istilahkan sebagai
metode aqliyah ijtibadiyah .
3. Hukum Tabligh menurut Al-Qur’an
Al-qur’an
sebagai sumber ilmu tabligh mengandung petunjuk dan penjelasan (budan
dan bayyin ) tentang bagaimana hukum
tabligh, materi tabligh, pelaku tabligh, dan kondisi
objek tabligh. Hukum tabligh menurut
Al-quran adalah wajib, sebagaimana firman Allah
dalam al-quran QS.Al-Ma’idah: 67
yang berbunyi.
“ Hai rasul.! Sampaikanlah apa yang
di wahyukan kepada engkau dari tuhanmu, Dan kalau
itu tidak engkau kerjakan, maka
berarti engkau tidak menyampaikan tugas perutusan dari
tuhan, Allah memelihara engkau dari
manusia sesungguhnya Allah tidak memberi petunjuk
kepada kaum yang kafir “
Ayat
di atas menunjukan bahwa tabligh diwajibkan kepada rasulullah SAW,
sedangkan sesuatu yang di wajibkan
kepada rasulullah SAW di wajibkan juga kepada
umatnya, sedangkan wajib secara syar’i
adalah bila dikerjakan mendapat pahala dan
ditinggalkan mendapatkan siksa/dosa.
Penekanan
wajib tersebut di pertegas dengan hadist rasulullah muhammad SAW,
antaara lain:
“sampaikanlah apa apa dariku walau
hanya satu ayat”.
Sebagaimana tabligh dalam
pelaksanaanya di contohkan oleh rasululah dilakukan melalui
bahasa tulisan ( Tabligh al-kitabah
) dan bahasa lisan ( Tabligh al-khithabah )

mohon copy.jzkk
BalasHapus