- Back to Home »
- cakrawala sejarah »
- Sir Francis Bacon
Posted by : Unknown
Sabtu, 16 Mei 2015
Sir Francis Bacon
Sir Francis Bacon, Viscount St Alban pertama (lahir 22 Januari 1561, wafat 9 April 1626) adalah seorang filsuf, negarawan danpenulis Inggris. Ia dikenal sebagai pencetus pemikiran empirisme yang mendasari sains hingga saat ini. Tulisan dan pemikirannya mempengaruhi metodologi sains yang menitikberatkan pada eksperimen yang dikenal juga sebagai "Metode Bacon".
Francis Bacon dianugerahi gelar ksatria (Sir) pada tahun 1603, diangkat menjadi Baron Verulam pada tahun 1618, dan menjadi Viscount St. Alban pada tahun 1621.
Di masa akhir hidupnya, Bacon melakukan suatu percobaan untuk mengawetkan makanan dengan menggunakan salju. Akibat percobaan tersebut, ia menderita brokitis yang kemudian merenggut nyawanya
Perjalanan Hidup
Bacon, Sylva sylvarum
Bacon lahir di London pada tahun 1561 sebagai putra pegawai eselon tinggi masa pemerintahan Ratu Elizabeth. Tatkala menginjak usia dua belas tahun ia belajar di Trinity College di Cambridge. Tetapi baru tiga tahun keluar begitu saja tanpa menggondol gelar apa pun. Mulai umur enam belas dia kerja sebentar di staf Kedubes Inggris di Paris. Tetapi begitu umurnya masuk delapan belas sang ayah mendadak meninggal dengan hanya mewariskannya uang sedikit. Mungkin lantaran itu, dia belajar hukum dan di umur dua puluh satu dia jadi pengacara.
Karier politiknya segera mulai sesudah itu. Umur dua puluh tiga dia terpilih jadi anggota Majelis Rendah. Tetapi, kendati dia punya sanak famili dan kerabat tingkat atas, dan kendati kecerdasannya yang menonjol, Ratu Elizabeth senantiasa menolak pengangkatannya pada kedudukan yang penting dan menguntungkan. Salah satu alasan adalah karena keberaniannya menentang suatu rancangan pajak di parlemen yang dengan gigih disokong sang Ratu. Karena hidup Bacon boros, slebor, dan seenaknya, dia senantiasa dikepung oleh hutang sana hutang sini (satu kali pernah ditahan karena urusan hutang tidak bayar) dia bisa atasi hidup secara bebas begitu.
Bacon jadi sahabat dan penasihat Pangeran Essex, seorang bangsawan muda yang populer dan punya ambisi politik besar. Sebaliknya, Pangeran Essex punya teman Bacon yang jujur dan sekaligus bertindak sebagai pelindungnya. Tetapi, tatkala Pangeran Essex punya ambisi yang keterlaluan, minta pimpin dia susun rencana sebuah kup menggulingkan Ratu Elizabeth, Bacon menasihatinya supaya tetap setia kepada Ratu. Biar sudah dinasihati begitu, Pangeran Essex nekad meneruskan niat percobaan kupnya. Ternyata kup itu gagal dan Bacon pegang peranan aktif dalam proses penuntutan sang Pangeran atas tuduhan pengkhianatan. Pangeran Essex dipancung kepalanya, menggelinding bagai kelereng. Keseluruhan peristiwa itu menimbulkan kesan buruk pada publik terhadap Bacon.
Ratu Elizabeth tutup usia tahun 1603 dan Bacon menjadi penasihat penggantinya, Raja James I. Raja James I tak selalu mengindahkan nasihat Bacon, kendati dia menghormatinya. Dalam masa pemerintahan James I, Bacon maju pesat di kalangan pemerintahan. Tahun 1607 jadi konsultan umum bidang hukum dan tahun 1613 dia menjadi jaksa agung. Anak tangganya tidak sampai di situ, tahun 1618 dia ditunjuk jadi ketua Majelis Tinggi, satu kedudukan yang kasarnya setarap dengan hakim agung pada Mahkamah Agung di Amerika Serikat. Pada tahun itu juga dia peroleh gelar "baron" dan tahun 1621 dinobatkan lagi jadi "viscount", satu gelar kebangsawanan di atas "baron" tetapi di bawah "earl."
Tetapi, datanglah pukulan. Selaku hakim, Bacon terima "hadiah" dari tertuduh. Meskipun macam begini agak umum juga terjadi saat itu, toh tetap merupakan perbuatan terlarang. Lawan-lawan politiknya di parlemen tak menyia-nyiakan kesempatan baik ini untuk mendepaknya dari kursinya. Bacon mengaku dan dijebloskan di penjara yang terletak di "Tower of London," menara kota London. Bukan cuma itu, dia pun mesti bayar denda yang besar jumlahnya. Dan bukan cuma itu, dia dilarang kerja di kantor pemerintahan selama-lamanya. Raja segera membebaskan Bacon dari penjara dan membebaskan pula beban dendanya. Tetapi, dengan kejadian ini tamatlah riwayat politik Bacon. Sekarang, orang hanya bisa ingat sedikit sekali contoh-contoh politikus kelas kakap yang ditangkap karena memeras, atau tingkah laku semacamnya yang merusak kepercayaan umum. Biasanya, yang sering, jika orang-orang macam begituan tertangkap, mereka melolong-lolong dan pertahankan diri dengan umbar omong bahwa yang lain-lain pun sama brengseknya, sama penipunya, sama bangsatnya. Jika lolongan ini didengarkan dan diterima dengan serius, tak akan ada bajingan politik yang harus dihukum kecuali semua bajingan sejenis dihukum lebih dulu. Komentar Bacon dalam pengakuannya berbeda. Dia bilang, "Saya adalah hakim terjujur di Inggris selama lima puluh tahun, dan saya tukang ngomel dan tukang kritik yang terpolos di parlemen Inggris selama 200 tahun."
Karier politik yang begitu aktif dan begitu kreatif tampaknya cuma punya sedikit waktu tersisa buat kerjaan-kerjaan lain. Kendati begitu, kemasyhuran Bacon yang begitu tahan lama, dan tempatnya dalam daftar buku ini, adalah karena pertimbangan tulisan-tulisan filosofisnya ketimbang keaktifan politiknya. Karya penting pertamanya ialah bukunya yang berjudul Essays, pertama muncul tahun 1597 dan sedikit demi sedikit diperluas. Essays ini yang ditulis dengan padat dan gaya luar biasa bagus, mengandung kekayaan mendalam, bukan saja dalam masalah politik melainkan juga menyangkut hal ihwal pribadi pula. Beberapa contoh yang khas misalnya:
Orang muda lebih cocok mencipta ketimbang mengambil keputusan, lebih cocok bertindak ketimbang beri pertimbangan, lebih cocok untuk menggarap proyek baru ketimbang berbisnis yang sudah mapan ... Orang berumur terlalu sering menolak, berunding terlalu lama, berbuat terlalu sedikit ... Tentu bagus jika bisa menggabungkan kedua pekerjaan itu, karena nilai yang terkandung pada masing-masing usia bisa melempangkan kekurangan yang melekat pada tubuh keduanya ...
Tetapi, tulisan Bacon terpenting adalah menyangkut falsafah ilmu pengetahuan. Dia merencanakan suatu kerja besar Instauratio Magna atau Great Renewal dalam enam bagian. Bagian pertama dimaksud untuk meninjau kembali keadaan ilmu pengetahuan kita. Bagian kedua menjabarkan sistem baru penelaahan ilmu. Bagian ketiga bersisikan kumpulan data empiris. Bagian keempat berisi ilustrasi sistem baru ilmiahnya dalam praktik. Bagian kelima menyuguhkan kesimpulan sementara. Dan bagian keenam suatu sintesa ilmu pengetahuan yang diperoleh dari metode barunya. Taklah mengherankan, skema raksasa ini—mungkin pekerjaan yang paling ambisius sejak Aristoteles—tak pernah terselesaikan. Tetapi, buku The Advancement of Learning (1605) dan Novum Organum (1620) dapat dianggap sebagai penyelesaian kedua bagian dari kerja raksasanya.
Novum Organum atau New Instrument mungkin buku Bacon terpenting. Buku ini dasarnya merupakan pernyataan pengukuhan untuk penerimaan metode empiris tentang penyelidikan. Praktek bertumpu sepenuhnya pada logika deduktifnya Aristoteles adalah tak ada guna, merosot, absurd. Karena itu diperlukan metode baru penelaahan, suatu metode induktif. Ilmu pengetahuan bukanlah sesuatu titik tempat bertolak dan mengambil kesimpulan darinya; tetapi ilmu pengetahuan adalah sesuatu tempat sampai ke tujuan. Untuk memahami dunia ini, pertama orang mesti "mengamati"nya. Pertama, kumpulkan fakta-fakta. Kemudian, kata Bacon, ambil kesimpulan dari fakta-fakta itu dengan cara argumentasi induktif yang logis. Meskipun para ilmuwan tidak mengikuti metode induktif Bacon dalam semua segi, tetapi ide umumnya yang diutarakannya penelitian dan percobaan penting yang ruwet jadi gerak dorong dari metode yang digunakan oleh mereka sejak itu.
Buku terakhir Bacon adalah The New Atlantis, sebuah penjelasan tentang negeri utopis terletak di pulau khayalan di Pasifik. Meskipun pokok cerita diilhami oleh Utopia Sir Thomas More, keseluruhan pokok masalah yang terdapat dalam buku Bacon sepenuhnya berbeda. Dalam buku Bacon, kemakmuran dan keadilan dalam negara idealnya tergantung pada dan hasil langsung dari hasil pemusatan penyelidikan ilmiah. Dengan tersirat, tentu saja, Bacon memberitahu. pada pembacanya bahwa penggunaan intelegensia dalam penyelidikan ilmiah dapat membuat Eropa makmur dan bahagia seperti halnya penduduk yang hidup di pulau khayalan itu.
Orang selayaknya boleh bilang bahwa Francis Bacon merupakan filosof modern pertama. Pandangan keseluruhannya adalah sekuler dan bukannya religius (kendati dia percaya kepada Tuhan dengan keyakinan teguh). Dia seorang rasionalis dan bukan orang yang percaya kepada takhayul; seorang empiris dan bukannya seorang dogmatis yang logikanya mencla-mencle. Di bidang politik dia seorang realis dan bukan seorang teoritikus. Dengan pengetahuannya yang mendalam dalam pengetahuan klasik serta keahlian sastranya yang mantap, dia menaruh simpati terhadap ilmu pengetahuan dan teknologi.
Meskipun dia seorang Inggris yang setia, Bacon punya pandangan berjangka jauh melampaui batas negerinya. Dia membedakan 3 jenis ambisi:
Pertama, mereka yang berselera meluaskan kekuasaannya di negerinya sendiri, suatu selera yang vulgar dan tak bermutu. Kedua, ialah mereka yang bekerja meluaskan kekuasaan atas negerinya sendiri dan penguasaannya atas penduduk. Ini tentu lebih bermutu meskipun kurang baik. Tetapi, jika orang mencoba mendirikan dan meluaskan kekuasaan dan dominasi terhadap umat manusia di seluruh jagad, ambisinya ini tak salah lagi lebih bijak dari kedua ambisi yang disebut duluan.
Bacon juga menghindari 4 idola yang membatasi kita untuk menerima pengetahuan yaitu.
pertama, idola tribus yaitu berasal dari kata tribe. yaitu halangan yang berasal dari manusia itu sendiri. kedua, idola specus yaitu berasal dari kata specus. idola ini ada pada sudut pandang tiap- tiap individu yang berasal dari pendidikan, kebiasaan dan lain-lain. ketiga, idola fori yaitu fori adalah pasar yang berarti perbincangan yang tidak bermakna seperti orang di pasar. keempat, idola theatri yaitu terlalu terpesona terhadap satu teori sehingga tidak mengkritisinya.
setelah melepaskan diri dari 4 idola kita harus melakukan penyelidikan dalam 3 tahap yaitu.
pertama, collectio yaitu mengumpulkan sebanyak mungkin data yang ada di pengalaman kita. kedua, exclusio yaitu menyaring dan membuang bagian- bagian yang tidak diperlukan. ketiga, dindeminatio yaitu menyimpulkan data-data yang ada ke dalam kesimpulan umum dan membuat teori baru.
Biarpun Bacon seorang pengkhotbah ilmu pengetahuan, dia sendiri bukan seorang ilmuwan, ataupun setara dengan kemajuan-kemajuan yang diperbuat orang sezamannya. Bacon anggap sepi samasekali Napier (yang baru saja menemukan logaritma) dan Kepler, bahkan teman sejawat Inggrisnya William Harvey. Bacon dengan tepat mengganggap bahwa "panas merupakan bentuk dari gerak," suatu ide ilmiah yang penting. Tetapi, di bidang astronomi dia menolak pikiran-pikiran Copernicus. Haruslah diingat, Bacon tidak mencoba menyuguhkan hukum-hukum ilmiah secara komplit dan tepat. Dia sekadar hanya mencoba menyuguhkan hasil pengamatan apa-apa yang perlu dipelajari. Perkiraan-perkiraan ilmiahnya hanya bermaksud mendorong adanya diskusi lebih lanjut, dan bukannya suatu jawaban final.
Francis Bacon bukanlah orang pertama yang menemukan arti kegunaan penyimpulan akliah secara induktif, dan juga bukan dia orang pertama yang memahami keuntungan-keuntungan yang mungkin diraih oleh masyarakat pengembangan ilmu pengetahuan. Tetapi, tak ada orang sebelum Bacon yang pernah menerbitkan dan menyebarkan gagasan seluas itu dan sesemangat itu. Lebih dari itu, sebagian karena Bacon seorang penulis yang begitu bagus, dan sebagian karena kemasyhurannya selaku politikus terkemuka, sikap Bacon terhadap ilmu pengetahuan betul-betul punya makna penting yang besar. Tatkala "Royal Society of London" (kelompok elit orang pilihan) didirikan tahun 1662 untuk menggalakkan ilmu pengetahuan, para pendirinya menyebut Bacon sebagai sumber inspirasinya. Dan ketika Encyclopedie yang besar itu ditulis zaman "Pembaharuan Perancis," para penyumbang tulisan utama seperti Diderot dan d'Alembert, juga menyampaikan pujiannya kepada Bacon yang memberikan inspirasi terhadap kerjanya. Andaikata Novum Organum dan The New Atlantis agak kurang dibaca orang ketimbang dulu, ini disebabkan pesan-pesan yang disampaikan oleh buku itu sudah begitu luas diterima orang.
Bacon layak dibandingkan setara dengan filosof Perancis Rene Descartes, tokoh pendorong lain bagi masa depan ilmu pengetahuan mendatang. Bacon hidup lebih dulu segenerasi dari Descartes dan dia lebih gigih dari Descartes dalam hal mengumandangkan pentingnya penelitian dan percobaan-percobaan. Tetapi, arti penting orang Perancis ini dalam hal penemuan matematika membuat ia sedikit lebih tinggi dalam perbandingannya dengan Bacon.
orang pertama yang mengusulkan Francis Bacon sebagai penulis Shakespeare Dimainkan adalah Delia Bacon dalam bukunya 1857, The Philosophy of the Drama dilipat. Namun, wanita tua tampaknya benar-benar telah lebih parsial untuk Sir Walter Raleigh dari Francis Bacon sebagai penulis drama. Dan, dalam hal apapun, ada sejumlah calon sebelumnya untuk kehormatan. Beberapa berpikir penulis anonim dari The Pig Learned datang pertama pada tahun 1786, tetapi Pendeta James Wilmot mendahului penulis The Pig Belajar pada 1785; dan penulis Leland Naskah Pasal, yang didahului Wilmot pada 1753, tidak hanya (dalam mode terselubung nya) memberikan Bacon kepengarangan Shakespeare Dimainkan, tetapi diberikan kepadanya sawit untuk mendirikan Freemason dan persaudaraan Rosicrucian juga; dan John Marston didahului penulis bahwa pada 1598; dan Joseph Balai didahului John Marston di 1597. Jadi Delia Bacon, bahkan jika dia telah mengusulkan Bacon sebagai penulis Shakespeare Dimainkan, akan menjadi sekitar 260 tahun terlambat.
Orang-orang ini, yang paling menarik adalah penulis Leland Naskah Pasal. Orang ini, siapa pun dia, tahu lebih banyak dari dia mengatakan, dan mengatakan lebih dari orang lain yang tahu. Orang dahulu kuno tulisan-tulisan mereka dengan rasa dan rasa bawah, mantan untuk pembaca kasual dan yang terakhir untuk pembaca yang lebih cerdas yang mampu menembus tabir. Francis Bacon, yang mengatakan ia akan di jalan yang sama sebagai orang dahulu, diikuti preseden mereka, dan begitu juga penulis The Leland Naskah Pasal. Berikut adalah cerita.
Pada bulan September 1753 sebuah artikel diterbitkan di majalah The Gentleman, London bulanan mencerna berita dan komentar. Artikel, meskipun sangat singkat, berhasil mengemas banyak informasi dalam sepuluh atau jadi halaman. Ini dimulai dengan catatan berikut:
The Treatise berikut dikatakan dicetak di Frankfurt, Jerman, 1748, di bawah judul berikut, Ein Singkat Von Der Beruhmten Herr Johann Locke, betreffend mati Frey-Maureen. Jadi auf einem schrieb-Tisch eines verstorben Bruders ist gefunden worden. Artinya, Surat yang terkenal Mr John Locke yang berkaitan dengan Freemasonry; ditemukan di meja atau Scritoir dari Saudara meninggal.
Catatan diikuti oleh surat yang ditandatangani "John Locke", seharusnya penulis terkenal dari Essay pada Pemahaman manusia yang telah meninggal beberapa tahun sebelumnya 49. Surat itu ditujukan kepada Earl of Pembroke. The Leland Naskah mengikuti surat itu, dan mulai dengan kata-kata berikut:
Pertanyaan Certayne dan Jawaban untuk yang sama, mengenai Misteri Masonry; ditulis oleh tangan Raja Henry, keenam nama, dan setia disalin oleh saya John Leyland, Antiquarius, dengan perintah dari Yang Mulia nya. [John Leyland ditunjuk oleh Henry VIII, pada pembubaran biara-biara, untuk mencari, dan menyimpan buku-buku dan catatan yang berharga, sehingga 'Yang Mulia' disebut pada akhir kata pengantar adalah Raja Henry VIII]
The Leland Naskah terdiri dari 12 pertanyaan dan 12 jawaban di kuno Inggris pada Freemasonry, diselingi dengan sejumlah catatan oleh "Locke". Dalam surat pengantar "Locke" mengatakan bahwa dengan bantuan Mr C ------ ns ia memperoleh salinan naskah dari Perpustakaan Bodleian, dan mengirimkannya ke Earl bersama dengan beberapa catatan dia membuat hari sebelumnya untuk pembacaan Lady Masham, yang telah menjadi sangat menyukai Masonry. "Locke" kata dokumen itu sehingga mengangkat rasa ingin tahunya untuk mendorong dia untuk masuk ke dalam persaudaraan yang ia bertekad untuk melakukan pada saat dia pergi ke London, dan itu akan menjadi lama
Freemasonry adalah sebuah masyarakat rahasia sebelum 24 Juni 1717 perakitan dan hari raya Gratis dan Diterima Mason diadakan di Goose dan Gridiron Ale-rumah di St Paulus Churchyard mana empat pondok-pondok London dikombinasikan untuk membentuk satu pondok, dan go public. Dari pertemuan ini Grand Lodge of England muncul sebagai organisasi publik. Pondok-pondok rahasia ada di seluruh Inggris, Irlandia, Skotlandia, dan Wales, dan keputusan untuk go public itu tidak berarti dilawan. The London Pondok-pondok telah melanggar sumpah suci mereka dengan mengungkapkan diri mereka sendiri, dan baru terbentuk Grand Lodge tidak berusaha untuk membenarkan tindakannya. Selain itu menambahkan penghinaan untuk cedera dengan membuat permintaan resmi untuk semua loge Masonik di Inggris untuk menyerahkan ke Grand Lodge setiap catatan kuno atau dokumen lain yang berkaitan dengan Freemasonry sehingga mereka bisa dipertimbangkan dalam menyusun konstitusi untuk Grand Lodge. Reaksi dari banyak pondok-pondok itu untuk membakar, atau menyembunyikan, semua dokumen tersebut. Namun, beberapa selamat. Mereka disebut "Beban Lama", atau "Konstitusi Lama", dan terdiri dari tradisi lisan yang dicatat oleh panitera sering naif dan kurang berpendidikan dari berbagai pondok-pondok mengenai asal-usul dan sejarah Freemasonry, dan mengandung materi lebih luar biasa
The Leland Naskah serupa di isinya ke "Beban Lama", dan di rumah di perusahaan ini. Untuk lebih dari satu abad itu dilihat dengan persetujuan mencatat otoritas Masonik. Tetapi karena waktu berlalu keraguan terpasang, dan akhirnya informasi yang cukup dikembangkan yang melemparkan cahaya dipertanyakan pada naskah. (1) Sebuah pencarian rajin Frankfort, Jerman gagal untuk mengungkapkan catatan publikasi di sana. (2) Sebuah pencarian rajin di Perpustakaan Bodleian gagal untuk mengungkapkan catatan bahwa naskah itu pernah ada di sana. (3) Pemeriksaan rajin kertas dan naskah Locke ditinggalkan dia di kematiannya gagal untuk mengungkapkan jejak atau menyebutkan naskah. (4) Selain itu, jika Locke telah membuat Freemason pada 1697 lalu Dr. Anderson menulis sejarah Masonry hanya beberapa tahun kemudian pasti telah memasukkan nama terkenal dalam daftar "belajar sarjana" terhubung ke Fraternity, tapi dia tidak. Dalam waktu hampir semua orang yang terlibat datang untuk menerima konsensus umum (meskipun ada beberapa out ditahan) bahwa dokumen itu palsu kikuk, salah satu dari mereka "penipuan saleh" diciptakan untuk tujuan memperkuat klaim dari Freemasonry untuk sangat kuno dan menghubungkannya dengan sekolah-sekolah mistis dahulu
Di sisi lain, ini meninggalkan terjawab pertanyaan mengapa; jika Leland Naskah adalah 'pemalsuan ceroboh', itu menipu semua orang selama lebih dari satu abad. Sebenarnya ada banyak lagi untuk artikel, dan ke Leland Manuskrip, tapi ini di bawah permukaan, di bawah selubung kiasan dan sindiran. Berikut naskah menceritakan cerita yang sama sekali berbeda. Bahkan bagian-bagian yang tampaknya tidak memiliki makna tersembunyi memiliki makna tersembunyi mereka. Contohnya adalah acuan dalam dokumen ke Raja Henry VIII dan John Leland. Menurut naskah Raja Henry VIII bertugas John Leland, selama pembubaran biara-biara, dengan menyelamatkan penulis nilai yang karya-karyanya lain akan hilang.
Penulis nilai yang karyanya akan dinyatakan telah hilang adalah putatively Raja Henry VI, dan karyanya adalah Leland Naskah, sebuah risalah tentang asal-usul Freemasonry. Naskah ini tampaknya disebabkan asal Freemasonry ke Pythagoras, namun rincian dalam naskah menceritakan cerita yang sama sekali berbeda, dan benar-benar memberikan asal ke Francis Bacon.
Jika dokumen itu untuk tujuan menyampaikan beberapa tersembunyi berarti mengapa membawa referensi untuk John Leland dan naskah tentang Freemasonry mengaku telah ditulis oleh Raja Henry VI? Alasannya adalah kiasan ini menyampaikan ide dasar dari The Leland Naskah, yaitu untuk menyelamatkan seorang penulis nilai, yang karyanya akan dinyatakan hilang. Tapi bukannya Raja Henry VI bahwa penulis adalah Francis Bacon, siapa Leland Naskah menunjukkan sebagai penulis Freemason persaudaraan, persaudaraan Rosicrucian, dan Shakespeare memainkan. Artikel ini menyinggung tiga penulis: "Locke", penulis surat dan catatan; Raja Henry VI, penulis Leland Naskah; dan Leland, yang namanya di Leland Naskah, meskipun ia tidak menulis itu. Selain itu, karena seluruh artikel itu palsu, di balik itu semua adalah "X" - penulis yang sebenarnya dalam semua tiga kasus. Ini adalah paralel yang tepat untuk kasus Francis Bacon yang ditunjuk sebagai penulis dalam tiga kasus yang disebutkan di atas, meskipun nama individu lain, yang tidak menulis pekerjaan, adalah pada Shakespeare Pertama Folio; dan "X" menggunakan nama-nama orang nyata sebagai masker untuk menyembunyikan penulis nya seperti Bacon lakukan
FRANCIS BACON SEBAGAI PENDIRI FREEMASONRY
Pertanyaan 7 dari Leland Naskah bertanya, "Bagaimana hal itu terjadi bahwa Mason adalah guru yang lebih baik daripada orang lain?" Jawaban 7 mengatakan Mason adalah guru yang lebih baik daripada orang lain karena pertama mereka terima dari Tuhan seni menemukan seni baru, dan mengajari mereka sedangkan penemuan orang lain telah sedikit, dan diperoleh hanya secara kebetulan.
Dalam catatannya "Locke" menunjukkan bahwa Francis Bacon mengklaim penemuan seni menemukan seni baru, dan bahwa ini adalah subjek nya Novum Organum. Dan ada link lain ke Bacon dalam pernyataan ini. The Leland Naskah mengatakan Tuhan memberikan seni yang pertama Freemason, dan Bacon tersirat bahwa Allah telah memberikan seni kepadanya.
Dalam Pikiran dan Kesimpulan nya Bacon terkait Art nya Mencari Arts New dengan Kompas. Dia mengatakan dalam masa lalu pria hanya mengitari tepi benua lama dan harus menunggu penemuan panduan yang lebih handal, jarum [yaitu kompas] sebelum mereka menyeberangi lautan dan membuka daerah Dunia Baru. Demikian juga, kata dia, sebelum pria dapat perjalanan ke daerah terpencil dan tersembunyi dari alam, mereka terlebih dahulu harus dilengkapi dengan beberapa penggunaan yang lebih baik dan pengelolaan pikiran manusia. Ini adalah seni menemukan seni baru, sehubungan dengan yang, dalam bukunya Valerius Terminus, Bacon mengatakan semua pengetahuan adalah tanaman Allah, dan dianggap berasal dari Allah membuka dunia dengan navigasi dan perdagangan dan pembukaan pengetahuan usia yang sama.
Sebagai jawaban 7 Leland Naskah mengatakan Mason menyembunyikan seni perubahan. "Locke" menunjukkan 'seni perubahan, berarti seni transmutasi logam. Hal ini juga menunjukkan Bacon. Ilmu Bacon bekerja dengan menentukan "bentuk" yang membedakan satu hal dari hal lainnya. Bacon mengatakan "bentuk", seperti huruf abjad, meskipun sangat terbatas jumlahnya, membuat semua berbagai alam, seperti huruf-huruf alfabet meskipun terbatas jumlahnya membuat semua berbagai bahasa tertulis. Setiap tertentu di alam, kata dia, terdiri dari sejumlah ini "bentuk", dan melalui pengetahuan tentang perbedaan-perbedaan ini yang akan mendapatkan kemampuan untuk mengubah zat menjadi zat lain. Sebagai contoh, Bacon mengatakan, jika seseorang ingin mengubah zat menjadi emas, satu hanya untuk dicatat bahwa emas kuning, berat, dengan berat tertentu, ditempa dan ulet sampai batas tertentu, dan sebagainya, yang terdiri dari semua sifat-sifat yang dapat diamati emas, dan siapa saja yang telah menemukan "bentuk" dari kodrat, dan metode super mendorong ini "bentuk" pada setiap zat tertentu akan memiliki kemampuan untuk mengubah zat yang menjadi emas. Jadi salah satu aspek ilmu Bacon adalah transmutasi logam.
Dalam pertanyaan 4 Leland Naskah bertanya, "Howe comede YTT yn Engelonde?" [Bagaimana datang itu [Masonry] di Inggris?]. Jawaban 4 menjelaskan bagaimana, "Peter Gower a Yunani, berangkat lakukan untuk kunnynge di Mesir ... [berangkat untuk belajar di Mesir]". Saya akan memodernisasi bahasa dari titik ini untuk menghindari pengulangan. Dokumen itu menjelaskan bagaimana Masonry lulus dari ke Prancis ke Inggris. Dalam catatannya "Locke" katanya bingung pada awalnya untuk menebak siapa Peter Gower harus, tapi begitu ia memikirkan Pythagoras ia bisa langka bersabar tersenyum untuk menemukan filsuf yang telah mengalami metamorfosis ia tidak pernah bermimpi. Dia mengatakan kita hanya perlu mempertimbangkan pengucapan Perancis Perancis Pythagore (yaitu, Petagore) untuk melihat betapa mudahnya petugas terpelajar bisa membuat kesalahan seperti itu. Dari sudut pandang sindiran ada dua koneksi Pythagoras dengan Freemasonry. Pythagoras, dalam perjalanannya ke Mesir dan negara-negara kuno lainnya, mengumpulkan semua yang paling berharga dari kebijaksanaan kuno, dan penulis Freemason Persaudaraan melakukan hal yang sama, menanamkan ini ke ritual dan derajat Freemasonry. Di tempat kedua, Pythagoras terkenal untuk penemuan geometri dari hubungan tersembunyi antara miring dan dua sisi berdampingan segitiga siku-siku. Ini menggabungkan kiasan dan geometri, yang pada inti dari Freemasonry.
(Albert Gallatin Mackey berpendapat Leland Naskah didasarkan pada asli Perancis, yang FABRICATOR telah diterjemahkan ke dalam bahasa Inggris kuno Buktinya, kata dia, berada di berbagai pelestarian idiom Perancis:. Ada Peter Gower berasal dari Pythagore Perancis untuk Pythagoras (diucapkan Petagore); Maconrye dan Maconnes untuk Masonry dan Mason - Perancis "c" dalam kata yang digunakan bukan bahasa Inggris "s", kalimat "wynnynge yang Facultye dari Abrac", (idiom Galia murni) bukan memperoleh fakultas, yang Gayner kata yang acuh tak acuh digunakan dalam bahasa Prancis sebagai penanda untuk menang atau untuk memperoleh. Dan Freres kata untuk Saudara. Apa Mackey tidak menyadari adalah bahwa idiom Perancis dirancang untuk menggarisbawahi referensi ke Prancis dalam dokumen.)
Artikel Leland Naskah menunjukkan Francis Bacon adalah yang pertama Mason, dan dengan demikian pencetus Freemasonry. Ini menempatkan Freemasonry di Perancis segera sebelum datang ke Inggris. Dan, pada kenyataannya, ada bukti Freemasonry adalah di Perancis sementara Bacon berada di sana selama periode dari 1576 sampai 1579; apalagi, bukti ini menghubungkan bahwa Freemasonry ke Francis Bacon. Dalam 1577 salah satu dari banyak edisi Alciat itu lencana diterbitkan. The "mati Meliora" atau emblem 45 dalam edisi ini sangat menarik. Ada dua seri jalinan sindiran dalam lambang ini:
Yang pertama harus dilakukan dengan Francis Bacon, dan yang kedua dengan Freemasonry. Dalam reruntuhan di sebelah kanan "F" diputar ke depan di wajahnya bisa dilihat lebah, sementara di bagian bawah reruntuhan ini ada "B" berbaring di punggungnya. Selain itu, terang dan gelap "A" di tengah lambang juga berhubungan dengan Bacon karena dikenal oleh Baconians bahwa Terang dan Gelap "A" adalah Bacon perangkat yang digunakan untuk menandai buku-bukunya. Sebuah varian dari perangkat ini digunakan dalam Folio Pertama, serta di beberapa edisi quarto individu Shakespeare memainkan. Piramida alam juga merupakan salah satu dari ide-ide Bacon sering digunakan, seperti Plus Ultra (Lebih luar) pada dua pilar di kiri atas lambang. Sindiran untuk Bacon dalam lambang juga didukung oleh sebuah bagian dalam pekerjaan awal, "Kelahiran Maskulin of Time", di mana sebuah bagian berbunyi:
"Seekor babi bisa mencetak huruf A dengan moncongnya di lumpur, tetapi Anda tidak akan pada account yang berharap untuk pergi untuk menulis sebuah tragedi."
The SOW di garis depan lambang mengungkapkan simbolisme Masonik. Di Freemasonik setiap guru mason adalah 'SOW' yaitu, Anak Dari Janda. Sisi gelap dan terang piramida juga memiliki simbolisme Masonik. Dalam ritual Masonik setiap memulai mengungkapkan yang diinginkan untuk berpindah dari kegelapan menuju terang. Kemudian juga ada dua pilar di latar belakang lambang. Di pintu masuk setiap pondok Masonik ada dua pilar.
Pertanyaan 8 bertanya: Apa yang tukang batu menyembunyikan dan bersembunyi?
Dan jawabannya 8 mengatakan: Mereka menyembunyikan seni menemukan artes baru.
Hal ini sangat menarik karena Upacara dalam ritual kontemporer induksi ke Freemasonry memiliki pertukaran berikut:
Guru memuja: Saya berasal.
Sipir Senior: Saya menyembunyikan.
Guru memuja: Apa yang Anda menyembunyikan?
Sipir Senior: Semua rahasia Mason di Masonry ...
Masonik inisiasi ritual acara sisa-sisa yang pasti dari model 'seni menemukan artes baru' Francis Bacon dan Leland Naskah Pasal menunjukkan kedua yang penulis menyadari hal ini dan bahwa ritual aslinya adalah sebagai jawaban atas 8, namun kemudian berubah .
Hal ini juga harus menunjukkan bahwa ada bukti tak terbantahkan bahwa Bacon adalah seorang Guru Mason. Salah satu contoh dari hal ini adalah Oktober 1616 surat dari Edmund Bacon ke Francis Bacon. Dalam surat ini Edmund Bacon mengatakan:
"Saya terikat baik oleh nikmat Anda sendiri, seperti juga oleh orang-orang untuk keponakan saya, yang kamu telah membawa keluar dari kegelapan menuju cahaya"
Setiap Mason akan mengakui kiasan ini. Dalam ritual Masonik inisiasi Memasuki Apprentice dialog berikut terjadi:
Senior Deacon-Siapa datang ke sini?
Steward-Calon buta miskin, yang berkeinginan dibawa dari kegelapan menuju terang
PENDIRI Rosicrucian persaudaraan
Bagian dari Leland Naskah, sementara putatively menggambarkan Freemason, sebenarnya menggambarkan Rosicrucian Fraternity. Tampaknya penulis anonim melakukan ini untuk menunjukkan bahwa mereka terhubung. Dalam bukunya tahun 1972, The Rosicrucian Pencerahan, Frances Yates, setelah penelitian yang luas, mengatakan fenomena Eropa Freemasonry hampir pasti dihubungkan dengan gerakan Rosicrucian. Karya terakhir Bacon, "The New Atlantis", diterbitkan secara anumerta tidak meninggalkan keraguan bahwa pulau mana wisatawan datang adalah Tanah Rosicrucian. Sebelum wisatawan mendarat di pulau mereka menyerahkan sebuah gulungan instruksi oleh seorang pejabat dari New Atlantis. Gulir ditandatangani dengan cap sayap kerub, tidak menyebar, tapi tergantung ke bawah, dan oleh mereka salib persis seperti Rosicrucian Fama itu disegel pada akhir dengan motto 'Di bawah naungan sayap Yehuwa ". Beberapa hari kemudian, ketika Pejabat lain New Atlantis datang untuk mengunjungi wisatawan di Strangers 'rumah dia memakai sorban putih' dengan salib merah kecil di atas ". Dan ketika wisatawan dilakukan dengan Orang Asing di rumah di mana sakit mereka dirawat dan menawarkan pembayaran untuk layanan ini, pembayaran mereka ditolak. The Fama menetapkan aturan bahwa Saudara dari RC harus menyembuhkan gratis sakit. Selain itu, pekerjaan juga berbicara tentang orang-orang bijak dari masyarakat Salomon di rumah yang menemukan wisatawan di pulau. Salomon tentu dimaksudkan untuk menyarankan Salomo, dan Salomo rumah adalah bait Salomo model untuk semua loge Masonik. Jadi ini adalah kiasan dalam The New Atlantis menghubungkan Rosicrucian dengan Freemason.
Ada unsur-unsur Rosicrucian jelas di Leland Naskah. Menurut catatan di awal artikel di majalah The Gentleman Leland Naskah ini pertama kali diterbitkan di Frankfurt, Jerman. Ini adalah kota di mana beberapa publikasi penting yang berhubungan dengan fenomena Rosicrucian berlangsung. Michael Maier adalah salah satu penulis utama yang membela Rosicrucian. Nya Silentium posting Clamores dan Themis aurea, dua yang paling penting dari publikasi tersebut, keduanya diterbitkan di Frankfurt pada 1617 dan 1618 masing-masing. Sebuah koleksi pendapat tentang berbagai orang tentang Rosicrucian (The 'kiamat Beberapa Dokter Dirayakan tentang posisi dan agama Terkenal Persaudaraan Rosy Cross) diterbitkan di Frankfurt pada 1616. Robert Fludd Summum bonum, atau' sihir benar Kabbalah dan alkimia Persaudaraan sejati Rose Lintas; diterbitkan di Frankfurt pada 1629. The jejak pemikiran Bacon dapat dilihat pada setiap halaman dua Rosicrucian Manifesto. Dalam Valerius nya Terminus Bacon mengatakan:
"Ini adalah hal yang saya tidak bisa mengatakan apakah saya bisa jadi jelas berbicara sebagai benar-benar hamil, bahwa semua pengetahuan tampaknya tanaman tanam Allah sendiri, sehingga mungkin tampak penyebaran dan berkembang atau setidaknya bantalan dan berbuah ini tanaman, oleh pemeliharaan Tuhan, nay tidak hanya oleh pemeliharaan umum tetapi dengan nubuat khusus, ditunjuk untuk musim gugur ini di dunia: untuk pemahaman saya tidak kekerasan surat itu, dan aman sekarang setelah kejadian, sehingga menafsirkan bahwa tempat di kitab Daniel penyebaran waktu terakhir dikatakan, Banyak orang akan lolos ke sana kemari, dan ilmu pengetahuan harus ditingkatkan; seolah-olah pembukaan dunia dengan navigasi dan perdagangan dan penemuan lebih lanjut dari pengetahuan harus bertemu dalam satu waktu atau usia. "
Ia mengulangi ide ini dengan berbagai variasi di sejumlah karya-karyanya. The Rosicrucian Manifesto, Fama Fraternitatis, dibuka dengan paragraf berikut:
"Melihat satu-satunya Allah yang penuh hikmat dan penuh belas kasihan di zaman akhir Maha dicurahkan begitu kaya rahmat dan kebaikan-Nya kepada umat manusia, dimana kita mencapai lebih banyak dan lebih ke pengetahuan yang sempurna Anak-Nya Yesus Kristus dan alam, yang adil kita dapat membanggakan dari senang waktu, dimana ada tidak hanya ditemukan kepada kita setengah bagian dari dunia, yang sampai sekarang tidak diketahui dan tersembunyi, tetapi ia telah juga dinyatakan kepada kita banyak yang indah, dan tidak pernah sampai sekarang terlihat, bekerja dan makhluk Alam, dan terlebih lagi beroleh laki-laki mengangkat, dijiwai dengan kebijaksanaan agung, yang mungkin sebagian memperbaharui dan mengurangi semua seni (dalam hal ini zaman kita melihat dan tidak sempurna) untuk kesempurnaan; sehingga akhirnya manusia bisa demikian memahami keluhuran sendiri dan layak, dan mengapa ia disebut Microcosmos, dan seberapa jauh pengetahuan diperluas ke alam. "
The Leland Naskah memberitahu kita pengetahuan tentang Mason adalah pengetahuan tentang seluruh alam. Hal ini tidak ada dalam konstitusi dari tukang batu, tapi itu pasti muncul di Rosicrucian Manifesto. Kita diberitahu bahwa kaum Mason selalu di setiap usia, dari waktu ke waktu, dikomunikasikan kepada manusia seperti rahasia alam seperti pada umumnya mungkin berguna; dan terus kembali seperti akan berbahaya jika mereka datang ke tangan jahat. Hal ini berlaku untuk Rosicrucian Manifesto, tetapi tidak untuk Masonry. The Fama mengatakan Kristen Rosenkreutz, "... meskipun ia bisa membual dengan seni, tetapi khusus dari transmutasi logam. Tempat di Masonry apakah ada referensi ke Mason menciptakan bahasa universal, tapi ada di Leland Naskah dan di Rosicrucian Manifesto. The Confessio Fraternitatis mengacu pada bahasa universal yang dibuat oleh Rosicrucian, "Dari karakter atau huruf yang kita meminjam tulisan ajaib kami, dan telah menemukan, dan membuat, bahasa baru untuk diri kita sendiri, di mana lagi pula dinyatakan dan menyatakan sifat segala sesuatu. "Jawaban 8 dari Leland Naskah [Apa Maha Mason menyembunyikan] menyatakan bahwa mereka menyembunyikan bahasa universal Mason. Selain itu catatan di awal artikel di majalah The Gentleman yang menyatakan bahwa Leland Naskah ini pertama kali diterbitkan di Frankfurt Jerman mengandung kiasan yang menarik. Pada 1667 Thomas Spratt, History of the Royal Society diterbitkan di Frankfurt. Ini adalah buku dengan ukiran menunjukkan Francis Bacon bawah bayang-bayang sayap malaikat yang begitu jelas menyinggung kalimat pada akhir Fama Fraternitatis - SUB Umbra alarem DTUARUM JEHOVA.
FRANCIS BACON PENULIS DARI drama Shakespeare
Sindiran di Leland Naskah Pasal menghubungkan Francis Bacon dengan Folio Pertama beroperasi melalui serangkaian paralel berurutan ke Folio Pertama. Artikel di majalah The Gentleman dimulai dengan catatan yang menyatakan bahwa Leland Naskah telah diterbitkan di Frankfurt, meskipun itu tidak, tapi diterbitkan kemudian di London, Inggris. Pengumuman publik pertama dari penerbitan Folio pertama adalah dalam katalog pameran 1622 buku Frankfurt, tapi buku itu tidak diterbitkan di sana, itu diterbitkan kemudian di London, Inggris.
The Leland Naskah didahului dengan surat kepada Earl of Pembroke. Pertama Folio didahului dengan surat kepada Earls dari Pembroke. Subyek surat Leland Naskah adalah Freemasonry, dan subjek terselubung surat Pertama Folio kepada Earls dari Pembroke juga Freemasonry.
The Tempest, dan Folio Pertama secara keseluruhan terstruktur dengan pasangan yang cocok dari dua belas, dan Leland Naskah ini disusun dengan pasangan yang cocok dari dua belas pertanyaan dan jawaban dua belas. Secara simbolis pertanyaan adalah kegelapan kebodohan dan jawaban yang terang pencahayaan, sehingga satu set dua belas di The Tempest adalah pemerintahan kegelapan Sycorax (eksponen ilmu hitam) dan anaknya Caliban (benda kegelapan) dan lainnya set dua belas adalah pemerintahan terang Prospero (eksponen sihir putih), sedangkan satu set dua belas di Folio Pertama secara keseluruhan (The Komedi) mewakili Empyrean atau bidang cahaya di atas, dan set lain (The Tragedi) merupakan ranah duniawi kegelapan di bawah ini.
Sindiran ke Masonry dalam lambang Alciat dimulai dengan SOW a. The Tempest dimulai dengan akrostik yang merinci SOW.
Hal ini diikuti oleh referensi Francis Bacon dalam "Locke" catatan; dan itu followered oleh FB di lambang Alciat, dan dengan akrostik F. Bacon di The Tempest.
The Leland Naskah selanjutnya menunjukkan Francis Bacon sebagai pendiri Freemasonry dan The Tempest, mengikuti 'SOW' dan acrostics 'F BACON' memiliki alegori rinci Freemasonry.
The Leland Naskah mengacu pada "seni menemukan seni baru" diciptakan oleh Francis Bacon, dan The Tempest menggabungkan model pengoperasian "seni menemukan seni baru".
Fakta bahwa The Tempest, memiliki alegori yang sangat komprehensif Freemasonry dan menyembunyikan model pengoperasian seni menemukan seni baru menekankan pelajaran agama ritual yang diberikan dalam Pasal Leland Naskah:
Guru memuja: Apa dothe yang maconnes concele dan hyde?
Sipir Senior: Thay concelethe yang arte dari artes ffyndinge neue ...
Hal ini juga menunjukkan bahwa pada beberapa waktu ritual agama memiliki seperti yang diberikan dalam naskah Leland, dan ini kemudian berubah. Ini mengikuti karena dalam The Tempest seni menemukan seni baru terdiri dari sirkuit sekitar dial kompas, dan Mason masih mempertahankan ritual (hal berjalan-jalan) yang terdiri dari sirkuit di sekitar pondok yang berorientasi pada poin utama dari kompas.
Pertanyaan 3 dari Leland Naskah bertanya yang membawa Freemasonry ke Barat, dan jawaban yang dibawa oleh Venesia. "Locke", dalam catatannya, mengatakan ini adalah kesalahan dari ketidaktahuan biarawan, dan bahwa Venesia adalah keliru untuk Fenisia. Ini adalah link lain untuk The Tempest. Dalam drama ini wisatawan telah memulai perjalanan mereka pada apa yang (menurut Gonzalo) situs Carthage kuno, yang merupakan koloni Phoenician utama.
Pertanyaan yang jelas adalah, jika penulis anonim dari Leland Naskah Pasal tahu semua ini mengapa dia tidak mengungkapkan secara terbuka daripada menyembunyikan apa yang dia tahu? Mungkin kasus Pendeta James Wilmot memiliki beberapa bantalan. Sekitar 1.785 Wilmot menjadi yakin bahwa Francis Bacon, bukan orang Stratford, telah menulis Shakespeare memainkan. Wilmot tidak mempublikasikan atau bahkan menuliskan teorinya. Tapi dia membiarkan seorang teman, James Cowell, seorang pria sastra dari Ipswich di atas rahasia kepenulisan Bacon. Dan temannya mengungkapkan ide dalam kertas ke Ipswich Philosophical Society. Masyarakat sangat marah, memvalidasi keengganan Wilmot itu. Setelah punya bukti bahwa kondisi yang ada tidak memberikan lahan subur yang menanam benih teorinya, Wilmot, sebelum kematiannya pada tahun 1808, telah semua catatan dan kertas dibakar. Penulis Leland Naskah Pasal jelas menyadari bahwa ia tidak bisa mendapatkan artikelnya diterima oleh Majalah The Gentleman jika ia secara terbuka menyatakan bahwa Francis Bacon menulis Shakespeare Dimainkan, dan mendirikan Freemason dan Rosicrucian Fraternity, atau mungkin dia bahkan awalnya mengajukan meluncurkan versi dan memiliki penyerahan ditolak, dan kemudian menulis ulang dengan cara terselubung yang diterbitkan. Dalam kasus apapun, jauh dari menjadi 'pemalsuan ceroboh' keterampilan penulis Leland Naskah Pasal itu sebagai luar biasa seperti pengetahuan.
.jpg)