Posted by : Unknown Rabu, 19 Maret 2014


Kata “Shufi” berasal dari bahasa Yunani “Shufiya” yang artinya: hikmah. Ada pendapat lain yang mengatakan bahwa kata ini merupakan penisbatan kepada pakaian dari kain “Shuf” (kain wol) dan pendapat ini lebih sesuai karena pakaian wol di zaman dulu selalu diidentikkan dengan sifat zuhud, Ada juga yang mengatakan bahwa memakai pakaian wol dimaksudkan untuk bertasyabbuh (menyerupai) Nabi ‘Isa Al Masih ‘alaihi sallam
Berkata Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah: “Ada perbedaan pendapat dalam penisbatan kata “Shufi”, karena kata ini termasuk nama yang menunjukkan penisbatan, seperti kata “Al Qurasyi” (yang artinya: penisbatan kepada suku Quraisy), dan kata “Al Madani” (artinya: penisbatan kepada kota Madinah) dan yang semisalnya.
Ada juga yang mengatakan –dan pendapat inilah yang lebih dikenal- nisbat kepada “Ash Shuf” (kain wol).”
Tidak mengherankan kalau kata sufi dan tasawuf dikaitkan dengan kata-kata Arab yang mengandung arti suci. Penulis-penulis banyak mengaitkannya dengan kata:
1. Safa dalam arti suci dan sufi adalah orang yang disucikan. Dan memang, kaum sufi banyak berusaha menyucikan diri mereka melalui banyak melaksanakan ibadat, terutama salat dan puasa.
2. Saf (baris). Yang dimaksud saf di sini ialah baris pertama dalam salat di mesjid. Saf pertama ditempati oleh orang-orang yang cepat datang ke mesjid dan banyak membaca ayat-ayat al-Qur’an dan berdzikir sebelum waktu salat datang. Orang-orang seperti ini adalah yang berusaha membersihkan diri dan dekat dengan Tuhan.
3. Ahl al-Suffah, yaitu para sahabat yang hijrah bersama Nabi ke Madinah dengan meninggalkan harta kekayaannya di Mekkah. Di Madinah mereka hidup sebagai orang miskin, tinggal di Mesjid Nabi dan tidur di atas bangku batu dengan memakai suffah, (pelana) sebagai bantal. Ahl al-Suffah, sungguhpun tak mempunyai apa-apa, berhati baik serta mulia dan tidak mementingkan dunia. Inilah pula sifat-sifat kaum sufi.
4. Sophos (bahasa Yunani yang masuk kedalam filsafat Islam) yang berarti hikmat, dan kaum sufi pula yang tahu hikmat. Pendapat ini memang banyak yang menolak, karena kata sophos telah masuk kedalam kata falsafat dalam bahasa Arab, dan ditulis dengan sin dan bukan dengan shad seperti yang terdapat dalam kata tasawuf.
5. Suf (kain wol). Dalam sejarah tasawuf, kalau seseorang ingin memasuki jalan tasawuf, ia meninggalkan pakaian mewah yang biasa dipakainya dan diganti dengan kain wol kasar yang ditenun secara sederhana dari bulu domba. Pakaian ini melambangkan kesederhanaan serta kemiskinan dan kejauhan dari dunia.

maka dapat di simpulkan sufi adalah orang yang melakukan proses tasawuf dan orang yang selalu lebih mendalami serta mematuhi aturan agama.. Orang yang pertama memakai kata sufi  ialah Abu Hasyim al-Kufi di Irak (w.150 H).

A. Cir-ciri Sufi

Orang-orang yang mengikuti perjalanan ruhani menuju Allah (Ahli Suluk atau Ahli Thariqat) Ciri-cirinya :

1. Mereka mematuhi ajaran al-Qur’an dan mematuhi amalan dan peraturan yang dicontohkan dari perilaku dan kata-kata Nabi Muharnmad Saw.
2. Mereka mengikuti panduan tersebut dalam perkataan, dalam bertindak, dalam pemikiran dan dalam perasaan mereka.
3. Mereka mengikuti maksud di dalam hati atau intisari yang tersirat dan yang terpendam dalam ajaran Islam.
4. Mereka sangat paham dan tidak mengikuti begitu saja ajaran-ajaran Islam.
5. Mereka mematuhi ajaran Islam sepenuhnya, menghayati dan menikmati manisnya ajaran dan prinsip agama.
6. Mereka melakukan ibadah bukan karena paksaan, tetapi mereka merasa nikmat melakukannya. Inilah jalan mistik (keruhanian) yang mereka patuhi.
7. Mereka adalah kaum pencinta Allah yang sebenarnya.Ada sebagian dari mereka yang dijanjikan dengan surga tanpa dihisab terlebih dahulu di hari Pengadilan. Ada sebagian merasakan sedikit azab di Hari Pembalasan, kemudian dimasukkan ke surga. Ada pula yang terpaksa merasakan azab neraka untuk sekian lama guna membersihkan dosa-dosa mereka sebelum dimasukkan ke surga. Tetapi tidak ada yang berada selama-lamanya dalam neraka itu. Yang kekal dalam neraka ialah orang-orang kafir dan orang-orang munafik.

Adapun ciri-ciri sufi yang palsu itu terbagi menjadi beberapa golongan yaitu; Golongan Hululiyyah, Golongan Haliyyah, Golongan Auliaiyyah, Syamuraniyyah, Hubbiyyah, Huriyyah, lbahiyyah, Mutakasiliyyah, Mutajahiliyyah, Wafiqiyyah, Ilhamiyyah, dan masih banyak golongan lainnya yang menjadi sufi palsu atau sesat

Leave a Reply

Subscribe to Posts | Subscribe to Comments

Copyright © 2013 manuskrip kehampaan | Dark Simple Blogger Template Powered by Blogger | Created by Renadel Dapize | Ori. BRS-bt Djogzs | All Rights Reserved